Era reformasi
merupakan suatu kurun waktu yang ditandai dengan berbagai perubahan untuk membentuk
tatanan baru yang lebih baik guna mencapai tujuan nasional yang dicita-citakan.
Perubahan dalam reformasi dilakukan secara konsepsional dan konstitusional
dengan strategi dan program yang lebih efektif. Tatanan baru yang di upayakan
melalui reformasi bersifat holistik dalam keseluruhan tatanan kehidupan yang
mencangkup aspek politik, budaya, dan
sebagainya. Adapun yang menjadi tujuan reformasi adalah tercapainya suatu
tatanan kehidupan yang baru dan lebih baik dalam masyarakat madani, yaitu
masyarakat demokratis, sejahtera dan agamis. Reformasi merupakan koreksi
terhadap tatanan dimasa lalu dan sekarang yang dipandang tidak sesuai dengan
tuntutan dan kondisi yang ada, sehingga diperoleh tatanan masa depan yang lebih
baik. Dalam era reformasi, bagi PGRI sekurang-kurangnya ada tiga lingkup
tantangan yang akan di hadapi, yaitu tantangan yang bersifat gelobal, tantangan
nasional dan tantangan organisaional.
Tantangan global
adalah kecendrungan kehidupan di masa depan khususnya pada abad ke-21 yang di
tandai dengan berbagai perubahan yang berlangsung dengan cepat terutama dalam
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala dampaknya. Abad ke-21 ditandai
dengan apa yang disebut era globalisasi dengan segala macam perubahan dan
keunikannya. Kondisi dimasa depan akan banyak berbeda dengan masa lalu dan masa
kini. Kehidupan masa depan menuntut sumber daya manusia yang bermutu yang mampu
mengatasi berbagai tantangan dan memenuhi berbagai kebutuhan. Secara
keseluruhan, era gelobalisasi ditandai dengan ketergantungan antar-bangsa di
dunia, suasana kompetitif dalam segala bidang terutama dalam ekonomi,
kecenderungan makin homogennya pandangan dan perilaku, dan kecendrungan
antifisialisasi nilai dan etika. Semua itu akan mempengaruhi tatanan kehidupan
manusia yang tampak dalam perubahan di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya,
dunia kerja, keamanan dan sebagainya.
Lingkungan yang
sedang berubah secara global mempunyai ciri-ciri antara lain: merangsang
pemikiran majemukdan berbagai pihak terkait sehingga memerlukan pola kerja
dalam bentuk kerja tim (team work);
memerlukan sumber daya manusia yang menguasai Iptek; masyarakat maritokratik
yang lebih menghargai prestasi dari pada setatus dan asal-usul; dan menghormati
orang yang mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dan produktif. Sementara
itu, dalam memasuki abad ke-21 diperlukam paradigma baru dalam berbagai aspek
dan dimensi kehidupan. Semua orang di tuntut untuk mampu beradaftasi secara
dinamis untuk menjamin kelangsungan hidup di tengah derasnya tantangan. Bila
hal itu dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka besar harapan kita untuk
mampu beradaftasi terhadap tantangan global.
Tantangan
nasional bersumber dari perkembangan reformasi di segala bidang terutama dalam
bidang politik sebagai koreksi terhadap beberapa kelemahan pada era sebelumnya.
Dalam era reformasi terjadi pergeseran dalam tatanan kehidupan politik dan pemerintah
yang berpengaruh terhadap berbagai tatanan kehidupan secara keseluruhan.
Beberapa di antaranya adalah: (a) pergeseran dari pola-pola pemerintahan yang
otoriter menjadi lebih demokratis dengan melibatkan partisipasi seluruh warga
negara; (b) kehidupan yang tertutup dan kaku akan bergeser menuju kehidupan
yang terbuka dan luwes; (c) tatanan ekonomi yang mengandalkan monopoli,
konglomerasi, nepotisme dan kronisme akan bergeser menuju tatanan ekonomi yang
berpangkal pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan; (d) komunikasi satu arah dan top-down akan bergeser pada komunikasi
dua arah yang bersifat bottom-up; dan
(e) model pengelolaan sentralistik akan bergeser menuju pengelolaan yang
desentralistik dengan memberi peluang yang lebih besar bagi pemberdayaan
daerah. Menghadapi tantangan tersebut, PGRI dituntut untuk berpatisipasi dengan
melakukan reformasi secara dinamis dalam segi setruktur, kultur, subtansi, dan
sumberdaya manusia, sehingga organisasi ini akan tetap lestari dan adaptif
terhadap kondisi yang berkembang. Hal yang paling mendasar adalah pengembangan
sumber daya manusi PGRI yang konsisten dan peduli terhadap jatidiri PGRI dengan
dilandasi jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan PGRI.
Tantangan
organisasional adalah tantangan yang bersumber dari terjadinya perubahan dalam
kehidupan erbagai organisasi sebagai konsekuensi dari perkembangan global dan
nasional sebgaimana dikemukakan di atas. Setiap organisasi harus mampu
beradaptasi dengan berbagai tantangan dan tuntutan yang berkembang agar tetap
lestari. Kehidupan organisasi akan berubah dengan kecenderungan sebagai
berikut: dan perubahan berkelanjutan ke teransformasi; dan perbaikan kualitas
ke proses rekayasa; dari pola kerja secara matriks kejaringan kerja; dari
penilaian penampilan ke manajemen penampilan; dari teknophobi (takut teknologi)
ke aplikasi teknologi; dari penekanan pada “fungsi” ke penekanan pada “proses”;
dari pengendalian ke pemberdayaan; dan dari menyerap sumberdaya manusia
kepemberdayaan sumberdaya manusia.
Agar tetap
lestari pada era global, PGRI harus mampu beradaptasi dan mewujudkan dirinya
sebagai organisasi pembelajar (learning
organization), yaitu organisasi yang senantiasa belajar dan secara
berkesinambungan melakukan teransformasi ke arah yang lebih baik dalam
mengelola pengetahuan, penggunaan teknologi, sumberdaya manusia, dan perluasan
pembelajaran untuk beradaptasi dalam lingkungan yang berubah. Sebagi suatu
organisasi pembelajar, PGRI harus memiliki kecakapan untuk: (a) lebih siap
berpartisipasi dan beradaptasi dengan perkembangan lingkungan, (b) melakukan
akselerasi dan pengembangan hasil, peroses dan layanan yang lebih baik, (c) menjadi
lebih cakap untuk belajar dari pesaing dan mitra kerja, (d) melakukan teransfer
pengetahuan dari satu bagian organisasi ke bagian lainnya, (e) belajar secara
efektif dari kesalahan-kesalahan sendiri, (f) memberdayakan sumberdaya manusia
pada setiap jejang organisasi, (g) mempersingkat waktu yang diperlukan untuk
menerapkan perubahan strategis, (h) merangsang perbaikan yang terus menerus
pada setiap bidang dan jenjang organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar