Jumat, 11 Agustus 2017

PGRI Era Reformasi


Era reformasi merupakan suatu kurun waktu yang ditandai dengan berbagai perubahan untuk membentuk tatanan baru yang lebih baik guna mencapai tujuan nasional yang dicita-citakan. Perubahan dalam reformasi dilakukan secara konsepsional dan konstitusional dengan strategi dan program yang lebih efektif. Tatanan baru yang di upayakan melalui reformasi bersifat holistik dalam keseluruhan tatanan kehidupan yang mencangkup aspek politik,  budaya, dan sebagainya. Adapun yang menjadi tujuan reformasi adalah tercapainya suatu tatanan kehidupan yang baru dan lebih baik dalam masyarakat madani, yaitu masyarakat demokratis, sejahtera dan agamis. Reformasi merupakan koreksi terhadap tatanan dimasa lalu dan sekarang yang dipandang tidak sesuai dengan tuntutan dan kondisi yang ada, sehingga diperoleh tatanan masa depan yang lebih baik. Dalam era reformasi, bagi PGRI sekurang-kurangnya ada tiga lingkup tantangan yang akan di hadapi, yaitu tantangan yang bersifat gelobal, tantangan nasional dan tantangan organisaional.
Tantangan global adalah kecendrungan kehidupan di masa depan khususnya pada abad ke-21 yang di tandai dengan berbagai perubahan yang berlangsung dengan cepat terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala dampaknya. Abad ke-21 ditandai dengan apa yang disebut era globalisasi dengan segala macam perubahan dan keunikannya. Kondisi dimasa depan akan banyak berbeda dengan masa lalu dan masa kini. Kehidupan masa depan menuntut sumber daya manusia yang bermutu yang mampu mengatasi berbagai tantangan dan memenuhi berbagai kebutuhan. Secara keseluruhan, era gelobalisasi ditandai dengan ketergantungan antar-bangsa di dunia, suasana kompetitif dalam segala bidang terutama dalam ekonomi, kecenderungan makin homogennya pandangan dan perilaku, dan kecendrungan antifisialisasi nilai dan etika. Semua itu akan mempengaruhi tatanan kehidupan manusia yang tampak dalam perubahan di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dunia kerja, keamanan dan sebagainya.
Lingkungan yang sedang berubah secara global mempunyai ciri-ciri antara lain: merangsang pemikiran majemukdan berbagai pihak terkait sehingga memerlukan pola kerja dalam bentuk kerja tim (team work); memerlukan sumber daya manusia yang menguasai Iptek; masyarakat maritokratik yang lebih menghargai prestasi dari pada setatus dan asal-usul; dan menghormati orang yang mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dan produktif. Sementara itu, dalam memasuki abad ke-21 diperlukam paradigma baru dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan. Semua orang di tuntut untuk mampu beradaftasi secara dinamis untuk menjamin kelangsungan hidup di tengah derasnya tantangan. Bila hal itu dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka besar harapan kita untuk mampu beradaftasi terhadap tantangan global.
Tantangan nasional bersumber dari perkembangan reformasi di segala bidang terutama dalam bidang politik sebagai koreksi terhadap beberapa kelemahan pada era sebelumnya. Dalam era reformasi terjadi pergeseran dalam tatanan kehidupan politik dan pemerintah yang berpengaruh terhadap berbagai tatanan kehidupan secara keseluruhan. Beberapa di antaranya adalah: (a) pergeseran dari pola-pola pemerintahan yang otoriter menjadi lebih demokratis dengan melibatkan partisipasi seluruh warga negara; (b) kehidupan yang tertutup dan kaku akan bergeser menuju kehidupan yang terbuka dan luwes; (c) tatanan ekonomi yang mengandalkan monopoli, konglomerasi, nepotisme dan kronisme akan bergeser menuju tatanan ekonomi yang berpangkal pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan; (d) komunikasi satu arah dan top-down akan bergeser pada komunikasi dua arah yang bersifat bottom-up; dan (e) model pengelolaan sentralistik akan bergeser menuju pengelolaan yang desentralistik dengan memberi peluang yang lebih besar bagi pemberdayaan daerah. Menghadapi tantangan tersebut, PGRI dituntut untuk berpatisipasi dengan melakukan reformasi secara dinamis dalam segi setruktur, kultur, subtansi, dan sumberdaya manusia, sehingga organisasi ini akan tetap lestari dan adaptif terhadap kondisi yang berkembang. Hal yang paling mendasar adalah pengembangan sumber daya manusi PGRI yang konsisten dan peduli terhadap jatidiri PGRI dengan dilandasi jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan PGRI.
Tantangan organisasional adalah tantangan yang bersumber dari terjadinya perubahan dalam kehidupan erbagai organisasi sebagai konsekuensi dari perkembangan global dan nasional sebgaimana dikemukakan di atas. Setiap organisasi harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan tuntutan yang berkembang agar tetap lestari. Kehidupan organisasi akan berubah dengan kecenderungan sebagai berikut: dan perubahan berkelanjutan ke teransformasi; dan perbaikan kualitas ke proses rekayasa; dari pola kerja secara matriks kejaringan kerja; dari penilaian penampilan ke manajemen penampilan; dari teknophobi (takut teknologi) ke aplikasi teknologi; dari penekanan pada “fungsi” ke penekanan pada “proses”; dari pengendalian ke pemberdayaan; dan dari menyerap sumberdaya manusia kepemberdayaan sumberdaya manusia.
Agar tetap lestari pada era global, PGRI harus mampu beradaptasi dan mewujudkan dirinya sebagai organisasi pembelajar (learning organization), yaitu organisasi yang senantiasa belajar dan secara berkesinambungan melakukan teransformasi ke arah yang lebih baik dalam mengelola pengetahuan, penggunaan teknologi, sumberdaya manusia, dan perluasan pembelajaran untuk beradaptasi dalam lingkungan yang berubah. Sebagi suatu organisasi pembelajar, PGRI harus memiliki kecakapan untuk: (a) lebih siap berpartisipasi dan beradaptasi dengan perkembangan lingkungan, (b) melakukan akselerasi dan pengembangan hasil, peroses dan layanan yang lebih baik, (c) menjadi lebih cakap untuk belajar dari pesaing dan mitra kerja, (d) melakukan teransfer pengetahuan dari satu bagian organisasi ke bagian lainnya, (e) belajar secara efektif dari kesalahan-kesalahan sendiri, (f) memberdayakan sumberdaya manusia pada setiap jejang organisasi, (g) mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menerapkan perubahan strategis, (h) merangsang perbaikan yang terus menerus pada setiap bidang dan jenjang organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar