Jumat, 11 Agustus 2017

Pengaruh Besar PGRI


I.                   Kongres PGRI ke-1 tanggal 23-25 November 1945 di Surakarta (solo) Kongres I PGRI di laksanakan di Surakarta (Solo), Jawa Tengah pada tanggal 23-25 November 1945, dengan susunan PB sebagai berikut:
·         Ketua I : Amin Singgih
·         Ketua II                   : Rh.Koesnan
·         Ketua III                     : Soekitro
·         Penulis                     : Djajeng Soegianto
·         Bendahara               : Siswowidjojo
Beberapa bulan kemudian Ketua I Amin Singgih di angkat sebagai Bupati Mangkunegaran, sehingga terpaksa di adakan perombakan susunan pengurus besar dengan formasi berikut:
·         Ketua I                         : Rh. Koesman
·         Penulis I                       : Sastrosoemarto
·         Penulis II                    : Kadjat Matosoebroto
·         Bendahara                   : Soemidi Adisasmito
II. Kongres PGRI ke-2 tanggal 21-23 Desember 1946 di Surakarta(solo) Melalui kongres ini PGRI mengajukan tuntutan kepada pemerintah yaitu:
1. Sistim pendidikan selekasnya didasarkan pada kepentingan nasional.
2.  Gaji guru supaya tidak di hentikan.
3. Di adakan Undang-Undang Pokok Perburuhan. Tuntutan tersebut mendapat perhatian pemertintah, terbukti dengan di tunjuknya Rh. Koesnan menjadi anggota Panatia Gaji Penerintah yang di bentuk oleh Departemen Kuangan RI.
Dari kongres tersebut komposisi PB sebagai berikut:
·         Ketua I                          : Rh. Koesnan
·         Ketua II                        : Soejono Kromodomejo
·         Ketua III                           : Soedjono
Karena Ketua I  Rh. Koesman di tunjuk sebagai Mentri Social dan Perburuhan dalam Kabinet Hatta, maka KB di ubah menjadi; Ketua II Sowjono Kromodimuldjo menjadi Ketua I dan Ketua III Soedjono menjadi Ketua II, sedangkan Jabatan Ketua III di hapus. III. Kongres PGRI ke-3(Darurat) tanggal 27-29 Februari 1948 di Madiun Kongres ke III PGRI di adakan di Madiun Jawa Timur pada Tanggal 27-29 Februari 1948, kongres yang di adakan dalam keadaan darurat ini antara lain memutuskan bahawa untuk meningkatkan efektivitas organisasi di tenpuh dengan jalan memekarkan cabang-cabang yang tadinya keresidanan mamiliki satu cabang menjadi cabang-cabang yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah anggotanya 100 orang.
Susunan Kongres ke-III PGRI adalah sebagai berikut:
·         Ketua I                     : Soedjono kromodimoeldjo
·         Ketua II                   : Soedjono
·         Ketua III                  : Soedarsono
Pada akhir tahun 1948 s.d awal tahun 1949 dengan kembalinya kekuasaan pemerintah RI ke Yogyakarta, maka kembali pula PGRI menggerakkan organisasinya dan memindahkan kedudukan PB dari Solo ke Yogyakarta, dengan susunan pengurus sebagai berukut:
·         Ketua Umum I          : Soejono Kromodimejo
·         Ketua Umum II            :Soedjono (Wk. PB di Jakarta)
·         Ketua Umum III      : Soedarsono
·         Sekretaris Umum           : Soekirno, Soebakti
·         Bendahara                   : Soewandi
IV. Kongres PGRI ke-4 Tanggal 26-28 Februari 1950 di Yogyakarta Kongres ke IV yang berlangsung di Yogyakarta 26-28 februari 1950 ini,  memutuskan untuk mengeluarkan “Maklumat Persatuan” yang berisikan seruan kepada masyarakat, khususnya kepada guru-guru, untuk membantu menghilangkan suasana yang membahayakan dalam hubungan antara golongan” Non-“dan “Ko” ,dan menggalang persatuan demi perjuangan untuk mengisi kemerdakaan. Ternyata “Maklumat Persatuan” ini mendapat perhatian dan penghargaan dari kalangan luas termasuk Pemarintah.Adapun susunan PB dalam Kongres Ke IV adalah :
·         Ketua I         : Rh. Koesman
·         Ketua II       : Soedjono
·         Ketua III              : Soejono Kromodimoeljo
Rh. Koesnan dan Pengurus-Pengurus Besar lain berkedudukan di Yogyakarta, Mereka secara bersama memelihara hubungan Jwa tengah. Jawa Timur dan DIY. Mereka juga bertugas memelihara hubungan Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan Indonesi Timur, dan Sunda Kecil.
V. Kongres PGRI ke-5 Tanggal 19-24 November 1950 di Bandung 
Diadakan di Bandung pada tanggal 19-24 Desember 1950 tepatnya di Hotel Savoy Homann, dan di buka oleh ketua PB PGRI Rh.KoesmanDalam Kongres ini di bicarakan suatu masalah yang prinsipil dan fundamental bagi kehidupan perkembangan PGRI selanjutnya yaitu asas organisasi ini.dan Pancasila di terima sebagai asas organisasi. Selain itu di diskusikan pula bentuk Pendidikan Guru KPKPKB (Kursus Pengantar Kepada Persiapan Kewjiban Belajar), yang menurut peserta kongres tidak sesuai dengan upaya peningkatan mutu Pendidikan Bangsa.Kongres juga menegaskan PB-PGRI dalam waktu singkat melakukan usaha untuk menghilangkan perbedaan gaji antara golongan “Non” dan “Ko”yang telah di tetapkan oleh pemerintah.Adapon susunan PB nya ialah;
·         Ketua I            : Soedjono
·         Ketua II         : M.E.Subiadinata
Tugas PB yang di bebankan oleh Kongres seharusnya dapat di laksanakan oleh PB yang lengkap,karena sampai 3 bulan susdah Kongres baru 9 orang yang dapat berdomisilidi Jakarta.Komisariat-komisariat Daerah di bentuk pada tahap pertama adalah untuk Daerah-daerah:
1.      Sumatra Utara                       : T.Z.Answar
2.      Sumatra Tengah                    : A.Manan
3.      Sumatra Selatan                    : Noezoear
4.      Jawa Barat                            : Jaman Soedjono Prawiro
5.      Jawa Tengah                         : Soenarto
6.      Yogyakarta                           : Moh.Djoemali
7.      Jawa Timur                            : Soebandri
8.      Sulawesi Selatan                   : A.N. Hardjarati
9.      Jakarta Raya                          : Soemadi (Koordinaror)

Pada tahun 1952 terbentuk Komisariat Daerah yang baru yaitu:
1.      Kalimantan                             : E.Simorangkir (digantikan Sjahran)
2.      Sulawesi Utara                       : E.A.Parengkuan
3.      Maluku                                   : O.Nanulaita
4.      Bali                                         : Made Mendra

VI. Kongres PGRI ke-6 Tanggal 24-30 November 1952 di Malang Kongres PGRI Ke VI berlangsung di Malang Jawa Timur 24-30 November 1952, dalam Kongres ini menyapakati beberapa keputusan penting:
Dalam Bidang Organisasi, Kongres menetapkan bahawa asas PGRI ialah keadilan sosial dan dasarnya adalah “Demokrasi”, dan PGRI tetap berada di bawah GBSBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia). Dalam bidang perburuhan diputuskan untuk memperjuangkan kendaraan bermotor bagi penilik sekoleh, instruktur Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Masyarakat.
 Dalam Bidang Pendidikan,di setujui agar (a) sisitim pengajaran di selaraskan dengan kebutuhan Negara pada masa pembangunan,(b) KPKB(Kursuss Persamaan Kewajiban Belajar) di ubah menjadi SR 6 tahun (c) KPKPKB di hapus pada ahir tahun 1952/1953 (d) Kursus B-I/B-II untuk pengadaan guru SLTP dan SLTA di atur sebaik-baiknya dan (e) di adakan Hari Pendidikan Nasional
 Dalam Bidang Uumum, di sepakati supaya anggaran belanja Kementrian PP & K di tingkatkan menjadi 25%  dari seluruh anggaran belanja Negara dan agar Jawatan PP & K di pusatkan sampai tingkat propinsi saja.Dalam Kongres ini di syahkan pula “Mars PGRI” ciptaan Basoeki Endropranoto. Pada Kongres ke VI untuk pertama kalinya PV PGRI berusaha mengajukan konsep tentang isi dan pengertian “Pendidikan Nasional”.Adapun susunan pengurusnya adalah:
·         Ketua I           : Soedjono
·         Ketua II               : M.E.Subiadinata
·         Panitera Umum    : Moehammad Hidajat
·         Tata Usaha                : Soebandri
·         Panitera Pendidikan        : Ktut Nara
·         Redaksi Majalah  Suara Guru :Soeprdo, Soedjono Soebandri
Dalam Kongres ke VI ini NV harapan Mersra PGRI, mulai memberikan pertanggungjawabanya dan karena itu menjadi acara pembahasan pula.
VII. Kongres PGRI ke-7 Tanggal 24 November s.d 1 Desember 1954 di Semarang Kongres ini di laksanakan di Semarang tepatnya di SMA-B Candi Semarang pada tanggal 24 November s,d 1 Desembar 1954 dan di hadiri 639 0rang utusan dari 351 cabang yang menbawakan 1,414 suara dari 1.581 seluruh suara dalam organisasi (89%). Untuk pertama kalinya Kongres ini di hadiri oleh tamu-tamu dari luar nagri yaitu Maria Marchant, wakil FISE yang berkedudukan di Paris , Marcelini Bausta dari PPTA Filipina mewakili WCTOP, Fan Ming, Chang Chao dan Shen Pei Yung dari Serikat Buruh Pendidikan RRC. Hasil Kongres ini antara lain; 
Bidang Umum, Pernyataan mengenei Irian Barat, Pernyataan mengenei korupsi, resolusi mengenei desentralisasi sekolah, mengenei pemakaian keuangan oleh kementrian PP & K, dan mengenei penyempurnaan cara kerja Kementrian PP & K ,
Bidang Pendidikan, resolusi mengenei anggaran belanja PP & K yang harus mencapai 25% dari seluruh anggaran belanja Negara, mengenei UU Sekolah Rakyat, dan UU Kewajiban Belajar,mengenei Film, iektur, gambar, serta radio dan pembentukan Dewan Bahasa Nasional.
Empat orang formatur terdiri atas Soedjono (944 suara), M.E.Subiadinata (784 suara), Hermanoe Adi (264 suara), dan Moehammad Hidajat (258 suara) di pilih oleh Kongres untuk mekengkapi susunan PB berikut:
·                      Ketua I                 : Soedjono
·                      Ketua II           : M.E.Subiadinata
·                      Ketua III                          : Hermanoe Adi
Terjadi pergantian Komisaris Daerah dan penambahan Komisaris Daerah sebagai berikut:
·                      Sumatra Utara                        : Idris M, Hutapea
·                      Sumatra Tengah                      : Achmad Chatib
·                      Sumatra Selatan                      : Madian
·                      Jakarta Raya                            : Baheransjah Sutan Indera
·                      Jawa Barat                              : M. Hosein
·                      Jawa Tengah                           : Soenarto
·                      Yogyakarta                             : Muh,Djumali
·                      Jawa Timur                              : Hermanoe Adi
·                      Kalimantan Barat                    : R.Sujo
·                      Kalimantan Selatan                 : Sjahran
·                      Sulawesi Utara                        : E,A Parengkuan
·                      Sulawesi Selatan                     : J.E.Tatengken
·                      Bali                                          : Madae Mendra
·                      Maluku                                    : M.Ruhupatt
VIII. Kongres PGRI ke-8 Oktober 1956 di Bandung Susunan PB-PGRI hasil kongres ini adalah sebagai berikut:
1.      Ketua Umum              :M.E Subiadinata
2.      Ketua I                                    :Soedjono
3.      Ketua II                      :M.Hoesein
4.      Panitera Umum I         :Soebandri
5.      Panitera Umum II       :Widodo
6.      Panitera Keuangan      :A. Zachri
7.      Panitera Organisasi     :Soekandar
8.      Panitera Pendidikan    :Idris M. Hutapea
9.      Panitera Perburuhan    :Alamsjahroeddin
10.  Panitera Sosial/ekonomi :A. Harahap
11.  Komisaris Umum        :Nj. S. Soenardi
12.  Komisaris Umum        :P.J. Karamoy
hampir di hadiri seluruh cabang PGRI.Tetapi  pemilihan ketua umum PB PGRI keadaan menjadi tegang , karena pihak Soebandri dkk menambah kartu pemilihan (kartu palsu),sehingga pemilihan tersebut harus di ulangi. Otak pemalsuan ini  Hermanoe Adi, tokoh PKI Jawa Timur yang saat itu menjabat Ketua II PB PGRI. Ahirnya yang terpilih menjadi Ketua Umum PB PGRI ialah M.E.Subiadinata, menggantikan Sudjono. Hermanoe Adi tidak legi di pilih menjadi ketua PB PGRI jabatanya di gantikan oleh M. Husen yang sebelumnya menjabat Ketua PGRI Komisariat Daerah Jawa Barat pada kongres ke-8 pertama kalinya ditayangkan film”Membolos” produksi NV. Harapan massa PGRI dan setelah kongres film tersebut di putar di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia. Pada bulan Mei 1957 terbentuk Komisariat daerah Kalimantan Timur yang diketuai oleh Sanoesi. Kemudian , pada maret 1958 terbetul pula komisariat Daerah Aceh dengan ketua Ibrahim Siagian.
IX. Kongres PGRI ke -9 31 Oktober -4 November 1959 di Surabaya Berikut susunan Pengurus besar PGRI bedasarkan Kongres PGRI ini:
1.      Ketua umum                           :M.E. Subiadinata
2.      Ketua I                                                :M. Hoesein
3.      Ketua II                                  :Soebandri
4.      Panitera Umum I                     :Soekarna Prawira
5.      Panitera Umum II & Keuangan :A. Zachri
6.      Panitera Perburuhan                :Moejono
7.      Panitera Pendidikan                :L ManuSama
8.      Panitera Keuangan                  :A.Zachri
9.      Panitera Organisasi                 :Moersid Idris
10.  Panitera Sosial/Ekonomi         :Ismartojo
11.  Komisaris umum urusan Perburuhan:A. Sanoesi
12.  Komisaris umum urusan pendidikan   :A.H.Harahap
13.  Komisaris umum urusan Perburuhan:alamsjahroeddin
14.  Komisaris umum urusan kewanitaan  :Nj. Soenardi
X. Kongres PGRI ke-10 Oktober 1962 di Jakarta bertempat di Gelora Bung Karno Periode ini merupakan masa sulit dan pahit bagi PGRI. Pada masa itu terjadi perpecahan di dalam tubuh PGRI. Berikut ini susuna Pengurus Besar PGRI masa perserikatan ke-X :
1.      Ketua umum                           :M.E. Subiadinata
2.      Ketua I                                                :M. Hoesein
3.      Ketua II                                  :Soebandri*)
4.      Panitera Umum                       :A.Zachri
5.      Panitera Keuangan                  :Idris M.Hutapea **)
6.      Panitera Kesejahteraan/perburuhan:Moejono*)
7.      Panitera pendidikan                :AMD Jusuf
8.      Panitera organisasi                  :Moersid Idris
9.      Panitera urusan Kewanitaan   :Nj.Soenardi
10.  Panitera Perguruan Tinggi       :Mr. Agus Thayeb
11.  Panitera Olahraga                    :Ichwani*)
12.  Panitera Kemasyarakatan/Kebudayaan:H.Rachman
13.  Panitera Teknik& Kejuruan    :Soeprijo, S.T *)
14.  Panitera Keguruan                  :Noersalim Rendoesara **)
15.  Panitera penerangan/Hubungan Luar Negeri: Moehammad Hidajat *) pada bulan Juni 1964 para pengurus tersebut dipecat karena terilibat dalam penghianatan/separatis dengan mendirikan PGRI non-Vaksentral/PKI **)diskors karena tindakan indispliner/mindeerheits-nota. Pada bulan bulan pertama sesudah kongres X PB-PGRI menghadapi kesulitan-kesulitan terutama disebabkan kekurangan keuangan. Setelah mengalami beberapa kali resufle antara lain akibat perpecahan oleh pgri non vaksentral/PKI maka susunan PB-PGRI adalah sebagai berikut:
1.      Ketua umum                          :M.E Subiadinata
2.      Ketua I                                               :M.Hoesein
3.      Panitera umum                       :H.M Hidajat
4.      Panitera keuangan                  :A. Abdurachman
5.      Panitera kesejahteraan                        :Obing H. Tambri
6.      Panitera pendidikan               :Drs. Soedijarto
7.      Panitera organisasi                 :M. Hatta
8.      Panitera urusan keuangan      :Nj. Soenardi
9.      Panitera perguruan tinggi       :Anwar Jasin, M.Ed
10.  Panitera urusan olahraga        :Drs. Tarwotjo, M.Sc
11.  Panitera kemasyarakatan /kebudayaan :AMD Jusuf
12.  Panitera teknik kejuruan        :Ir. GB Dharmasetia
13.  Panitera keguruan                  :Drs. Estiko Soeparjono
14.  Panitera penerangan/hubungan  luar negeri: Slamet I
XI. Kongres PGRI ke-11 Tanggal 15 -20 Maret 1967 di Bandung Kongres ini berlangsung di situasi perjuangan orde lama ke orde baru sehingga terasa sekali suasananya orde baru di maksudkan sebagai tatanan politik ekonomi sosial dan budaya kongres ke 11 ini pertama kali menegaskan dalam anggaran dasarnya sifat PGRI yang unitaristik, independen dan non partai politik. Kongres ini memngalami perubahan susunan bedasarkan konpus I tahun 1968 dan sebagian besar pengurus banyak yang wafat.
Berikut ini susunan PB PGRI sisa perserikatan XI sejak oktober 1969
1. Pjs. Ketua umum dan Ketua I Sekretaris kebudayaan/ kemasyarakatan: Slamet I
2. Ketua II                                                          :Maderman B.A
3. Sekretaris Jendral                                            :Drs. Estiko Soeparjono
4. Sekretaris Tenaga Kerja                                  :Ny. Dahniar Zein
5. Sekretaris Pendidikan/keguruan                     :Drs. WDF Rindorindo
6. Sekretaris Organisasi                                       :Brotomuljono
7. Sekretaris sosial ekonomi                                :Drs. M. Rusli yunus
8. Sekretaris perguruan tinggi                             :Drs. A. Latief Zachri
9. Sekretaris kewanitaan                                     :Ny. S. Soenardi
10. Sekretaris Olahraga                                         :Moh. Djoemali
11. Sekretaris Penerangan / Hubungan Masyarakat:T. Simbolon
12. Sekretaris hubungan Luar Negeri                   : Anwar Jasin, M.Ed
XII. Kongres PGRI ke-12 Tanggal 29 Juni -4 Juli 1970 di Bandung Selama kongres mulai terasa ada pengaruh dari luar PGRI atau demgam kata lain samgat kuatnya henbusan angin asas tunggal pemerintah orde baru PB plenno deilangkapi dengan biro dan urusan sejak kongres PGRI ke –XII ini terjadi perubahan besar dalam kehidupan organisasi PGRI yaitu:
a. Strukutur PB-PGRI menjadi sangat berbeda dari masa-masa seblummnya akibatnya jumalh personalia PB-PGRI pertama kali dalam sejarah mebengkak menjadi 28 orang
b. Istilah sekretari perburuhan harus di ganti menjadi sekretari kesejahteraan
c. Labang PGRI berubah
d. Istilah “profesi” mulai dipopulerkan oleh PGRI .
Berikut ini merupakan susuna  PB-PGRI pada kongres ke XII:
1.      Ketua umum                                 :Basyuni suriamiharja
2.      Ketua I                                          :Maderman
3.      Ketua II                                        :Drs. WDF Rindorindo
4.      Sekretatis jendral                          :M. Hatta
5.      Sekretatis keuangan                      : Drs. H. Ghazali Dunia
6.      Sekretatis Pendidikan                   :Prof. Dr winarno surakhmad
7.      Sekretatis Perburuhan                   :Soeharto Padmoatmojo
8.      Sekretatis Organisasi                     :Satyono BA
9.      Sekretatis Kewanitaan                  :Ny. Dahniar Zein
XIII.       Kongres PGRI ke-13 Tanggal 21-25 November 1973 di Jakarta
Diselenggarakan di Jakarta 21-25 novenber 1973, Dengan susunan PB PGRI sebagai berikut:
a.       Ketua Umum                           : Basyuni Suriamiharja
b.      Ketua I                                    : Prof. Dr.Wnarno Surakmad
c.       Ketua II                                  : DRS. Madorman.
d.      Sekretaris Jendral                      : Drs. WDF Rindorindo
Dalam menjalankan tugasnya PB PGRI untuk pertama kalinya mendapat bimbingan dari Dewan Pembina Pusat yakni Mentri Pendidikan Dan kebudayaan, Mentri Dalam Negri, Mentri Agama, Dr.midian Sirait, Prof. Sadajoen Siswomartojo, Prof. IP simanjuntak, M.A.AE Manihuruk.

XIV.       Kongres PGRI ke-14 Tanggal 26-30 Juni 1979 di Jakarta
Diselenggarakan di Jakarta tanggal 26 – 30 Juni 1979,adapun susunan PB-PGRI (1979-1984)  adalah sebagai berikut:
Ketua Umum                          : Basyuni Suriamiharja
Ketua                                     : Prof.Dn Amran Halim
Wakil Ketua                            : Dra,Ny.M. Wahyudi
Wakil Ketua                            : Drs.Sudarmaji
Wakil Ketua                            : Drs.Aidil Fitrisyah
Sekretaris Jendral                     : Drs. WDF Rindorindo
Wakil SekJen                           : Mohammad Hatta
Untuk melaksanakan keputusan Kongres, PB PGRI membentuk YPLP – PGRI DENGAN Akta Notaris Moh.Ali No.21 tanggal 31 Mart 1980 yang berlaku surat sejak 1 Januari 1980.Dengan SK PB PGRI No.951/SK/PB/XIV?1980 tanggal 10 Oktober 1980 diangkat Pengurus Pusat YPLP-PGRI yang pertama sebagai berikut:
1.                    Ketua                                     : Slamet I
2.                   Wakil Ketua                            : Drs. Soepojo Padmodipuro
3.                   Sekretaris                               : Surdilani

XV.          Kongres PGRI ke-15 Tanggal 16-21 Juli 1984 di Jakarta
Adapun susunan PB PGRI XV (1984-1989) adalah sebagai berikut:
·         Ketua Umum           : Basyuni Suriamiharja
·         Ketua                     : Dr.Anwar Jasin, M.Ed
·         Ketua                   : Prof. Dr. Amran Halim
·         Ketua                   : Ny. M Wahyudi
·         Ketua                      : Drs. Is Riwidikdo
·         Ketua                      : Drs. I Gusti Agung Gde Oka

·         Ketua                        : Drs. Adil Fitrisyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar