- Menegaskan kembali pancasila sebagai azaz organisasi.
- Menugaskan PB PGRI agar dalam waktu singkat melakukan segala usaha untuk menghilangkan perbedaan gaji antara golongan yang pro dan kontra Republik.
- Melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk pengurus komisaris-komisaris daerah.
- PGRI menjadi anggota Gabung Serikat Buruh Indonesia (SBSI).
Peristiwa penting yang terjadi pasca Kongres V ialah :
- Masuknya 47 cabang di Kalimantan dan Sulawesi ke dalam PGRI yang mengakibatkan 2.500 orang guru yang gajinya berbeda-beda menurut ketentuan dapat digaji sesuai dengan standar dari pusat.
- PGRI berhasil memperjuangkan nasib para guru di sekolah-sekolah lanjutan, jumlah honorarium meningkat, dan maksimum jam mengajar dikurangi.
Hasil perjuangan PGRI mengenai desakan menyangkut penyesuaian gaji pegawai, dan penghargaan kepada kaum “Non tersebut adalah :
- Lahirnya PP 16/1950 tentang penyesuaian gaji baru.
- Lahirnya PP 32/1950 tentang penghargaan kepada pelajar pejuang
Upaya-upaya konsolidasi yang dilakukan oleh PB PGRI hasil Kongres V membuahkan hasil menggembirakan diantaranya sebagai berikut :
- 47 cabang PGRI di Sulawesi dan Kalimantan masuk kedalam barisan PGRI.
- 2.500 guru yang sedianya akan di gaji menurut ketentuan Swapraja/Swatantra tertolong dan akhirnya digaji secara sama dari pusat.
- Pada bulan April 1951 tuntutan PGRI kepada pemerintah tentang kenaikan guru Honorium guru dikabulkan.
- Mulai dilaksanakannya secara teratur Konferensi-konferensi daerah:
- Maret 1951 Konferensi Daerah se-Jawa
- 27 Febuari 1952 Konferensi Daerah di Makasar
- 30 Maret 1952 Konferesni Daerah di Banjarmasin
- PB PGRI mulai sering melakukan kunjungan ke pengurus-pengurus daerah atau cabang PGRI
- PB PGRI berhasil menerbitkan majalah Suara Guru sebagai alat komunikasi organisasi
Pada rapat ini diputuskan hal-hal antara lain seperti berikut:
- Menegaskan kembali pancasila sebagai azaz organisasi.
- Menugaskan PB PGRI agar dalam waktu singkat melakukan segala usaha untuk menghilangkan perbedaan gaji antara golongan yang pro dan kontra Republik.
- Melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk pengurus komisaris-komisaris daerah.
- PGRI menjadi anggota Gabung Serikat Buruh Indonesia (SBSI).
Adapun susunan Pengurus Besar PGRI berdasarkan Kongres V ini adalah seperti berikut:
Ketua I : Soedjono
Ketua II : M.E.Subiadinata
Sekretaris Jenderal : Moehamad Hidajat
Sekretaris Urusan Perburuhan : M.E. Soebiadinata
Sekretaris Urusan Pendidikan : Ibnutadji
Sekretaris Urusan Penerangan : J.M.S. Hutagalung
Sekretaris Urusan Keuangan dan Usaha : Moehamad Hidajat
Komisaris Umum dtu Pendidikan : F. Wachendorff
Komisaris Umum dtu Perburuhan : Alamsjahroeddin
Komisaris Umum dtu Keuangan : M. Sastraatmadja
Komisaris Umum dtu Usaha : Soemahardja
Redaksi Majalah Suara Guru : J.M.S. Hitagalung dan Soedjono
Komisariat-komisariat daerah yang dibentuk adalah seperti berikut:
- Sumatra Utara : T.Z. Anwar
- Sumatra Tengah : A. Manan
- Sumatra Selatan : Noezoear
- Jawa Barat : Jaman Soedjana Prawira
- Jawa Tengah : Soenarto
- Yogyakarta : Moh. Djomali
- Jawa Timur : Soebandri
- Sulawesi Selatan : A.N. Hadjarati
- Jakarta Raya : Soemadi( Koordinator)
- Kalimantan* : E. Simamongkiir ( digantikan Sjahran)
- Sulawesi Utara* : E.A Parengkuan
- Maluku* : O. Nanulaitta
- Bali* : Made Mendra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar